Anak Tahun Akhir!

DCIM100MEDIAWhoa I’m back!
it’s been a while and i never touch this diary for like centuries.

Dan satu hal yang berubah, I’m a final semester student for real!!!!!!!
Masih ada proses ujian akhir dan internship, tapi langkah buat ke dunia yang sebenernya makin nyata dan makin dekat. Takut? iya, Seneng? iya, Ketantang? banget!!

Gue ketik semua yang ada disini sambil ditemenin lagu-lagu jadul yang udah nemenin gue dari SD sampek SMA. it’s like flashback for some memories, banyak hal-hal yang datang untuk jadi pelajaran dan seru juga ya banyak pelajaran daripada stuck di situasi yang ga bisa belajar dari mana-mana (whooooaaa)

Alhamdulillah wa syukurillah udah 2017 waktu terus berjalan dan makin berkurang umur makin banyak juga pelajara-pelajaran yang bukan cuma dijadiin pelajaran tapi di ambil hikmahnya yang bukan dari omongan doang, berinovasi; mengubah menjadi jauh lebih baik.

Tapi… mungkin orang bakal tanya, “udah mau lulus, udah ada calon belum?” and i was like -__________________________________________________________________-
Tapi jawaban gue selalu melenceng ke arah positif sih kayak,
“Doi lagi kerjain skripsi”
“Doi lagi kerjain thesis”
“Doi lagi magang”
“Doi lagi ina ini itu…”
HAHAHAHAHAHA so many excuses!

boam,
bye.
*Ohiya, mohon doanya semoga semua urusannya lancar, doa yg baca blog ini berarti banget. Semoga kalian semua dipermudah segala urusannya. 🙂

TERUNTUK INTELLIGENCE (before some of us are officially graduated)

2016_0724_15381700

keluarga bukan cuma dari hubungan darah, tapi dimana menemukan kenyamanan dan keamanan, dan itu ada pada kalian – someone

catatan: kalo ga bisa buka persepsi lain soal perasaan, jangan baca blog ini nanti jadi salah persepsi! 🙂

Well, blog kali ini agak sedikit mellow dan tetep gagal move on sama perjalanan sama mereka karna berkesan banget entah kenapa, padahal kalo sama mereka stress ujung-ujungnya, ketawa susah berhenti, urat malu udah putus susah nyambungnya. Tapi gue merasa mereka-lah abang dan kakak gue disini…

DCIM100MEDIA

Berawal dari Ide beberapa anak yang mau adain trip paling berkesan sebelum beberapa dari kita akan Convo November ini. terlintas terfikit Pulau Perhentian, karna panorama yg luar biasa dan beberapa dari temen-temen yang udah kesana amat sangat merekkomendasikan kesana. Ga gampang untuk mengumpulkan anak-anak yang rata-rata sudah entah kemana dan dengan alasan pribadi yang memaksa mereka untuk ga bisa ikut sampai akhirnya 15 orang dari kitalah yg berangkat kesana. Dan akhirnya mimpi gue untuk naik boat nyebrang ke sebuah pulau terwujud setelah beberapa tahun! Vitamin sea yang gue idam-idamkan akhirnya tercapai sudah! Tapi yang paling berkesan adalah sama siapa lo kesana, dan ya itu sama mereka.

DCIM100MEDIA

Mungkin sudah setahun ini udah jarang kumpul sama mereka karna alasan tertentu, dan ini adalah tahun dimana gue emang pengen bener-bener total apa-apa dan kemana-mana sendiri, meskipun gue sama orang-orang yang berbeda tapi waktu untuk sendiri yang gue butuhkan selama setahun ini. Tapi pas ketemu mereka serasa gue ketemu orang-orang bikin gue happy lagi, seakan-akan ketika lo ada masalah sama mereka rasanya “udah lupain aja! lo sama kita sekarang” itu ‘nyeh’ banget hati sumpah. Sama mereka ga ada kata ‘baper’ soal cinta tapi ‘baper’ soal gimana pedulinya dan baiknya mereka mebawa perubahan tanpa harus menggurui, itu yang gue temui dari mereka. Mungkin hampir semua orang bilang masa SMA yang paling indah, tapi gue ga setuju. Setiap tingkatan ada momen paling indah, dan pada momen gue kuliah, inilah momen paling indah buat gue. Gue pun punya pengalaman sama setiap dari mereka baik itu manis, pahit, sampek se-sepet-sepetnya yang gue ga akan lupa. Kadang itu bikin gue campur aduk, entah itu nangis, ketawa, bahkan malu. Gue ga bisa pungkiri kalo gue pernah ada masalah sama mereka semua, pasti ada, karna gue sendiri ga akan lepas dari dosa dan dari situlah Allah menunjukkan hikmah, kuasanya, dan menyentil gue apa langkah gue kedepan, gue harus gimana menyikapinya dan sebagainya. Ga ada kata “lo itu belum dewasa karna kebanyakan masalah”, justru setiap hari kita punya study case sendiri dan disitulah Allah yang akan menjadi supervisor kita dan akan membantu kita.

Untuk soal gue dulu dan sekarang gimana, gue ngerasa banyak berubah, total malah! Gue belum bisa bilang gue sekarang jauh lebih baik, tapi, makin kesini gue semakin banyak ketemu orang-orang yang menuntun gue untuk jauh lebih baik (no mention).

Jadi teruntuk kalian semua,

2016_0723_19184600

pertama sekali gue minta maaf atas semua hal-hal yang membuat kalian ngerasa jengkel dan ga suka. Perangai gue emang beda dari yang lain, gue pun masih labil kadang tegas, kadang loyo.

Kedua, terima kasih sudah menerima gue dengan apa adanya gue. Awalnya kalian ngerasa gue orangnya ‘sok-asik’ yang heboh banget, tapi itulah gue, susah diem, tapi kalo gue diem ya gue akan lanjut diem.

Ketiga, gue mau minta maaf lagi mungkin (gue pun lupa), pernah respon omongan kalian, sikap kalian dan apapun respon gue yang kurang menyenangkan. Gue emang cukup lemah untuk jadi pendengar yang baik, tapi gue selalu perbaiki itu.

Keempat, kalo umur gue ga sampek tua, tolong maafin gue, doain gue, karna gue tau gue banyak banget dosanya  sama kalian semua.

Kelima, kalo kita semua udah berkeluarga, please banget kita harus reunian dan anak-anak kita semua nanti harus tau gimana ‘sengkleknya’, gilanya kita dulu, dan gue harap ga ada yang berubah dari kita semua.

Doa gue untuk kalian semua….

Apapun yang kalian jalani sekarang semoga di Ridhoi oleh Allah

Apapun keputusan kalian, semoga Allah memudahkan

Siapapun pendamping kalian nanti, semoga Allah kekalkan kalian sampai di Surga

Semoga keluarga kita selalu dilindungi Allah, dan kita semua selalu dijalan Allah

Aamiin inshaa Allah…

Terakhir, maaf banget kok jadi serius banget ini tulisan hahahaha gue cuma mau keluarin apa yang mau gue keluarin aja. Gue sayang sama kalian semua, semoga kita terus berteman baik….

Salam setia,

Tessa Lantika Putri ❤

Skill Percussion Class 2

image

Assalamualaikum!
So here is the story. Why I chose percussion? I must fulfill my credit hours hahaha!! That was my first reason but I have not so good skill in music. When I came to the class, okey all Malaysians and I don’t what should I do now until I met two girls, Kak Nina and Kak Puteri.

image

They are my first friends in that class. Basically, I’m extremely shy and not so confident with new environment, seriously! And I kept quite all the time. I only talked to certain people in that class especially Kak Nina and Kak Puteri. I took Percussion class 1 last semester and this semester is my final of skill class, Percussion class 2 and most of them are same with the previous class. I’m so comfortable with that because I know some faces even thought I didn’t talk to them but finally I did especially to the boys and they are freaking fun btw. In the Percussion class 2, uztad (the instructor) wanted us to have one performance as our final assessment, and I was like…. Really? I had one ya…. I can called not so good experience at stage. When I was around 10, I had an Electone performance and that was terrible! I made twice mistakes and that was recorded by my dad haha but never mind, back to my case! At that time, he create the set who will play this and that. And he believed me to play The main conga…. Once again THE MAIN CONGA WITH THREE CONGAS, and ya I accepted it because I want to play something different. During practical, my hands hurt and I must handle it for 2 months…. Until I asked uztad how can I cover my hands during practice. We kept practice evey class plus every friday evening until the show time…. Huoooh I was so so so so nervous at that time because we were performing at the stage, Main Hall CAC. Alright, I’m dead. But, alhamdulillah I did it yeay!!! (video will be uploaded soon)
image

image

image
*big thanks to kak May or kak Mei who recorded our performance by my phone and thanks to those who captured these

We never underestimate each other and always give spirit and motivation, and ya… They are the best Malaysian I have ever met. They are fun, friendly, nice ahhhh so many things I can’t describe them 💗💗💗

image

And finally yesterday was our last meeting a.k.a farewell that was sad and now I’m officially missing the time when we’re practicing together. Huaaaaaaaa😭😭😭
My message for them always same, please don’t be so sniffy to me especially, I’ll be nice when they’re nice to me and that is too simple. And… See you guys in Indonesia!!
Lastly, I would like to thank to our instructor Uztad Azwad who guides us from the beginning until the end of the show. We hope we get A heheheheu
Wassalamualaikum.

Sincerelly,
Tessa Lantika Putri

Finally…. Beach again!!

Assalamualaikum and good evening from Gombak 😦

It’s holiday in my campus but I must do all assignments in a week! because the deadlines are after the mid-break. Agak bt juga karna yg lain pada balik ke Indo pergi kemana gitu, tapi as a student who has 3 more long semesters (aamiin inshaa Allah) harus dan harus makin fokus dan makin serius. That’s why I spend 2 days ‘break’ before do so.

1 hal yg menarik adalah akhirnya I went to a beach!!!!!!!!! Norak? emang. Karna gue udah lama ga ke Pantai. Terakhir ke Pantai itu…. Waktu ke Melaka (2014) sama anak-anak INTELLIGENCE jam 2 pagi ke Port Dickson, spent around 3 hours (recite Al-Kahfi and ate some snacks) before departed to Malacca. Tapi sayangnya itu ga keliatan HAHAHA!!

IMG_1576(Teluk Cempedak, Kuantan, Malaysia)

Was that incredible? Mashaa Allah… Maaf ya sedikit norak karna emang udah lama kepengen ke pantai tapi ga pernah ada waktu dan biaya… Sebenernya ini juga ikutan Rihlahnya IKPM (ga tau kepanjangannya) maksudnya Jalan-jalan yang di adakan sama Alumni Gontor yang kuliah di IIUM. Ya… Saya hanyalah alumni SMAN di Jakarta dan baru tau kalo Gontor itu beneran ada pas kuliah. Sebelumnya ga pernah ikutan beginian, tapi kadang harus out of the box sih kalo berkawan, maksudnya jangan cuma itu-itu aja. Nambah teman kan bagus toh? Dan Alhamdulillah akhir-akhir ini jadi sering evaluasi soal apapun, ya itu masalah urusan pribadi, berteman dengan orang lain dan urusan iman. Gue ga menilai kalo yg bukan lulusan pesantren itu ga baik. Everyone is nice, tapiiiii ya balik lage… (kalo ngerti) bahkan ada yg bukan lulusan pesantren sudah ajarin gue banyak hal buat makin deket sama Allah kok dan selebihnya dari halaqah, dari berteman sama yang selalu menuntun ke jalan yg lebih baik dari berbagai sisi. Dan sekali lagi, Alhamdulillah betapa gue ga nyesel bisa keluar dari zona aman gue .

Udah itu aja… Cuma pengen share kalo gue seneng bisa ke pantei lagi huehehehe.

Wassalamualaikum dan doakan gue bisa selesain semua tugasnya, bye bye 🙂

Evaluasi diri, siapkan diri untuk…

DSC_0243

Assalamualaikum! Apa kabar semuanya? Hopefully all of you have a good spirit to gain much rewards during Ramadhan, inshaa Allah 🙂

Sedikit share, hari ini hari selesai liburan semester 2 2014/2015. Gimana hasilnya? IPK gimana? How’s your GPA in this semester? Alhamdulillah, naik. Berkat doa keluarga, temen, dan orang-orang yg baik sekali bantu gue, motivasi gue dan omel-omelin gue selama satu semester kemaren. Terima kasih semuanya, ternyata usaha dan doa dari diri sendiri belum cukup, tapi doa dan bantuan dari orang lain itu cukup banget membantu. Sekali lagi, terima kasih semua 🙂

Selama bulan juni ini, eh selama satu semester ini, banyak banget evaluasi yg harus gue cerna untuk kedepannya. Terutama, masalah kepercayaan. Honestly, gue orangnya mudah percaya sama siapa aja, even itu belum terbukti benar. Dan, ya! Gue alami itu dan itu ga mengenakkan sama sekali. Ketika lo percaya akan suatu hal dan pada nyatanya, itu bukan yg sebenarnya. Gue juga termasuk orang yg mudah berkawan dengan siapa aja. Tapi dari situ, beberapa temen-temen gue mengingatkan gue kembali, gimana baiknya berkawan, tanpa harus menyakiti siapapun dan tanpa harus memutuskan tali silaturahim kepada siapapun. Itu adalah pelajaran yg paling gue catet untuk kali ini. Dari dua pelajaran itu, gue jadi sadar harus berhati-hati dalam berkawan. Karena, dari pandangan gue, ga semua orang baik sama lo. Mau lo seribu kali lipat baik ke orang lain, belum tentu mereka akan seribu kali lipat mau berbuat baik sama lo. Jadi, pertama, jangan berharap akan dibalas yg baik pula.

Selanjutnya, gue mengalami satu case yg menurut gue langka dan ini merupakan pelajaran yg berharga buat gue. Ketika lo dihadapkan oleh satu atau beberapa orang yg case hidupnya berbanding terbalik dengan kehidupan lo yg baik-baik saja, patutnya lo bersyukur sebanyak-banyaknya. Ga semua orang mau merasakan hal yg memang dibenci Tuhan dan ga semua orang harus dibingungkan dengan dua pilihan yg pada akhirnya akan menyakiti seseorang, meskipun itu yg menurut lo terbaik. Cara Tuhan memberikan kita masalah itu berbagai macam, dan tanpa kita duga. Kenapa? Karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan yg beragam dan Tuhan tau hamba-Nya bisa menyelesaikan dengan cara mereka yg logis dan tidak dilarang oleh Agama. Dari sini, gue bersyukur kepada Tuhan karena memang Tuhan tau gue ‘badak’, dimana gue melihat satu situasi yg langka, disitu Tuhan bagi tau ke gue maksud dari itu semua, dan hikmahnya apa. Dan dari situ semua, gue tau, Tuhan kepengen gue belajar lebih dalam apa yg ada dalam Agama gue, Mashaa Allah…

Ketika lo merasa sedang diuji kesabarannya oleh Tuhan dan lo merasa Tuhan ga adil, lo itu orang yg merugi. Kenapa? Gini, dari beberapa pengalaman gue, beberapa kali gue harus menghadapi yg namanya di fitnah orang, di khianati orang sampek di musuhi orang yg dengan alasan hal-hal-hal padahal sebenarnya itu urusan pribadi, di situ gue merasa memang berada di titik terendah. Bahkan, seakan-akan gue jatoh ke jurang paling dalam dan itu sakit banget. Tapi balik lagi, itu semua pertama, Tuhan memberikan kita peringatan. Apapun yg kita lakukan belum tentu benar dimata Tuhan. Kedua, Tuhan kepengen kita terus dekat dengan-Nya. Ada kalanya Tuhan ‘cemburu’ disaat kita bahagia, kita lupa bersyukur dengan-Nya. Disitulah Tuhan mau kita lebih dekat, bahkan Tuhan pun sudah dekat dengan kita, lebih dekat dari urat nadi kita. Terakhir, belajar dari ujian. Belajar, agar kita tidak gagal dan salah dalam mengambil keputusan dan sikap.

Sekarang tentang kedewasaan, dewasa. Umur gue terbilang udah dewasa. Tapi faktanya, ga semua anak-anak seumuran gue itu dewasa. ‘Dewasa’ dalam, bagaimana kita bertingkah laku, mengambil keputusan. Kadang, disaat emosi lebih menguasai diri kita, disitulah kita tidak berfikir secara jernih dan hanya mengandalkan emosi sesaat untuk membuat keputusan. Dewasa berarti, dimana kita mengontrol emosi dan logika disaat ada situasi yg memang membutuhkan kedua aspek tersebut dalam bertindak. Nah, gimana kita? Mari evaluasi masing-masing ga perlu share ke sosial media 🙂

Gue bersyukur banget, gue hidup di lingkungan dimana temen-temen gue selalu kasih arahan dan peringatan yg baik gimana kita harus bersikap. Dari situ juga, mereka secara ga langsung kasih tau mana yg benar mana yg salah meskipun itu dari sebuah candaan.

Terakhir, disini gue ga ada niat apa-apa untuk menyindir siapapun atau satu kelompok. Disini gue cuma ingin share, gimana Tuhan itu baik kepada hambanya melalui berbagai kejadian dan ilmu yg secara ga langsung Tuhan sampaikan dari orang-orang tersebut. Gue harap, semoga Tuhan selalu membimbig kita semua ke jalan yg memang di ridhoi oleh-Nya. Gue bukan seorang penceramah dan bukan seseorang yg hafal makna sebenarnya dari ayat suci Al-Qur’an. Tapi inshaa Allah, apa yg gue tulis disini gue lontarkan berdasarkan apa-apa ilmu yg sudah gue ambil dan memang Tuhan sampaikan dari orang-orang kepada gue pribadi.

Selamat menempuh Short semester 2014/2015, semoga Tuhan selalu membimbing kita semua di bulan puasa ini dan semoga hati kita selalu bersih terhindar dari rasa dengki kepada siapapun. Bagi siapapun yg merasa dewasa, jika kalian berbuat salah kepada siapapun, segeralah meminta maaf. Selama lo masih hidup, dan ga semua orang mudah memaafkan lo.

Sekian dan Wassalamualaikum. See ya!

It’s Ramadhan bro! (Malam untuk merenung)

Assalamualaikum haiii! It’s been almost a year I never looking at this blog because so much things I have to do hehe sok sibuk abis.

Gue nulis blog ini sambil dengerin lagu Ariana Grande-One Last Time. Buat lo yg galau mungkin bakal jadi playlist nomor 1 kali ya hahaha. Tapi dari lagu ini gue langsung kepikiran 1 hal yg gue ga akan tau gimana kedepannya. “Lo besok masih hidup ga?”

Pas banget dibulan Puasa ini, dari awal gue udah kepikiran banyak hal untuk masa depan gue, mulai dari nanti gue ambil Internship apa ga, abis lulus lo mau lanjut Master dimana, kapan nikah (?), lo mau lamar kerja apa dan dimana. Tapi itu semua akan kalah sama batas umur yg Allah berikan buat semua manusia. Kita punya banyak rencana, tapi Allah sebaik-baiknya pembuat rencana.

Misalnya, mungkin saat ini lo kesel karna lo ga bisa beli mobil yg lo inginkan, Allah punya 3 jawaban kok: “Saya akan kasih nanti, Saya belum bisa kasih, dan Saya akan kasih nanti di akhirat”. Mashaa Allah, Allah ga akan pernah ingkar janji. Tetapi kenapa kita masih suka ingkar janji, bahkan kepada Allah dan UmatNya?

Manusia tempatnya salah, ga ada satu manusia di dunia ini bebas dari dosa. Allah adil memberi peringatan kepada semua agar tidak terjerumus terlalu dalam kepada lubang dosa yg kita buat sendiri. Ketika kita berbuat salah kepada sesama manusia, jika kita tidak meminta maaf maka efeknya adalah; orang-orang ga akan percaya lagi sama lo. Karena maaf adalah sebuah kata yg ampuh meluluhkan hati setiap manusia, meskipun step untuk meluluhkannya ada yg membutuhkan waktu, mungkin karena sakit hati yg teramat sangat kepada orang itu. Dan ketika lo sakit hati, ada baiknya istighfar, balikkan lagi semua kepada Allah, ambil hikmahnya. Yakin, Allah melakukan ini semua karna; Allah sayang sama kita, Allah ga mau kita terjerumus ke hal-hal yg memang ga Allah ridhoi. Allah kepengen kita deket lagi pada-Nya. Allah kepengen kita belajar dari kegagalan dan bangkit dengan ke-istiqomahan kita kepada Allah.

Semoga kita semua di lindungi Allah dari hal-hal yg tidak baik, semoga hati kita selalu tenang, terhindar dari perasangka buruk dan inshaa Allah kita mendapat berkahnya puasa tahun ini.

Allah beri kita satu kesempatan untuk “hidup”. Gunakan sebaik mungkin, dan ambil semua hikmah dari semua momen, inshaa Allah kita akan selalu istiqomah.

Wassalamualaikum and bye!

Diary on Monday

السلا م عليكم!
Welcome back! It’s been a long time I’m not looking at this blog!
Rasanya pengen nulis dari semester lalu tapi sibuk karna fokus to get major in Political Science on my campus and الحمد الله I got it easily! May Allah always ease my study aamiiin.
How’s your fasting guys? I wish you can be more adhere what are in the Islam not only in this Ramadan, but also after this.
Hari ini gue mau sedikit cerita aja tentang apa yg ada sekarang.
Lebaran tahun ini adalah lebaran kedua gue di Malaysia ان شا الله. Sejak gue start kuliah, gue udah janji sama orangtua gue untuk balik ke Indonesia hanya sekali dalam setahun. Memang, beberapa orang bilang ”strong banget lo”, ”ngapain disini liburan, bosen tau!”. Tapi prinsip gue, gue ga mau ke rumah kalo gue belum bisa buat orangtua gue senang. Orangtua gue senang gue kuliah disini, orangtua gue senang gue bisa masuk jurusan Political Science, tapi itu belum cukup! Bokap gue bilang;

Kapal yg mbak Tessa tumpangi udah kamu bakar sendiri. Sekarang disini mbak Tessa usaha sendiri bagaimana buat kapal itu lagi

Maksudnya, niat gue disini untuk belajar, mandiri. Karna nanti setelah kuliah, gue punya keluarga sendiri, dan gue sendiri yang akan buat, bukan orangtua gue. Orangtua gue ingin anaknya hidup mandiri. Dari gue kecil, cukup jarang dimanjain. Kalo minta dibelikan sesuatu itu, kita harus berusaha sendiri.
Sedikit sharing, bukan sombong, gue dibelikan handphone baru sama orangtua gue cuma dua kali, iya. DUA KALI. Dan gue, beli gadget tahun ini, hasil usaha gue sendiri. Padahal dulu, orangtua gue udah janji beratus kali untuk membelikan gue gadget baru. Tapi memang orangtua gue bilang;

Nanti papa mama belikan ان شا الله. Tapi rejeki datang dari mana aja kok, mbak

Dan gue selalu percaya apa kata orangtua gue, apapun itu. Karna gue yakin apa yg dikatakan orangtua gue tidak akan pernah melenceng dari ajaran Islam.
Lebaran di negara orang menurut gue menyenangkan! Gue bisa belajar tradisi negara lain saat hari raya. Sedih memang lebaran tidak berkumpul bersama keluarga. Tapi, akan lebih sedih lagi kalo lo ga gunakan waktu lo untuk melihat tradisi orang lain yang langka hanya sekali dalam setahun yang mungkin tidak akan terulang lagi.
Gue suka jalan-jalan sebenarnya, apalagi jalan-jalan sendiri. Lo bisa lakukan apapun sesuka lo. Ngerasa kesepian? Tidak. Jomblo? Jones? Tidak juga. I’m so happy with that! Actually, there’s a reason why I’m so comfortable with this situation. I don’t like to be stuck with a person or people continuously. All of my friends are my best friend. I felt the risk when I stuck just with him/her a years ago. So… After that problem, I stayed alone in few months, just met people who made me feel safe to gave me an advise. That’s it. Hehehe
Okay, I wish lebaran tahun ini berkah dan diberikan kekuatan dan kesabaran untuk nunggu pulang ke Indonesia. Kangen papa mama, adek-adek, semuanya yang ada di Indonesia. Semoga yang disana semuanya sehat dan diberi ketemtraman oleh الله.
امين، ان شا الله.
Sekian cerita dari gue, good night and
والشلا م عليكم.